Di Antara bayang ilusi
Sore yang
kelabu, langit mulai kelihatan mendung,selang
beberapa menit rintik hujan pun mulai membasahi bumi sore ini. Ku tarok
secangkir coklat panas di atas meja mungil ku sambil memandangi ritik-rintik
air di sore itu.
Langit pun
mulai gelap pertanda sang malam menunjukan kuasanya,, hujan pun masih mengguyur
kota yang diam ini, sungguh hal yang menyedihkan hujan di malam minggu…..,,,,
mereka yang memiliki pasangan tak bisa
keluar,,,,, tapi hal itu tak ku hiraukan ,, apalah arti malam minggu???
Keindahan apa yang tersirat di dalam nya
pun aku tak tau………,,,
Tiba-tiba
lamunan ku terhenti oleh nada dering ponsel ku….,,, ku raih ponsel ku ternyata
hanya sebuah pesan singkat dari rendi,,, dia adalah senior ku….
“oh,,
apa lagi yang dia ingin kan dari ku,, setelah memberi harapan yang tak
berkepastian” ,gumam ku dalam hati, pikir ku pun terhenti saat pesan ke dua dari
rendi tiba,,,,,,
“hy de,, kok gak d
blas sms kak?? Bsok qta ktemuan d kmpus ea??”
Hati ku terasa luluh saat membaca pesan dari kak
rendi,, se akan masih ada harapan untuk ku agar bisa bersama nya,, tapi
kenapa harapan itu tak datang kepada
ku…….
……………..
“de tunggu….!!!!” Suara itu memanggil ku,, siapa kah itu??,
sepertinya aku mengenal suara itu,, ya itu suara kak rendi….
Jantung ku mulai berdegup kencang se akan ada
serangan mendadak,, oh tuhan kenapa ini terjadi,,, sosok itu pun menghampiri
ku dengan senyuman manja nya..
“ hy,, pa kbar??,,
kmana aja?? Kita jalan yuk??” aku pun hanya diam membisu,,, tak sadar
tiba-tiba tangan halus itu menarik tangan ku untuk meninggalkan tempat itu…
Jantung
ku serasa tak berdetak lagi,, tatapan matanya membuat ku gugup…
Kenapa
dia menatapku seperti ini,,, oh tuhan tolong aku,, jangan biarkan rasa itu
tumbuh kembali kepadanya,, sikap ku semakin tak menentu,, kak rendi pun
tersenyum kepada ku “ ada pa de?? Kok diam aja?? “
aku pun hanya tersenyum….
***
Westlife
pun memanggil dengan alunan lagu my love,, ternyata elfi sahabat ku…
“halo de??? Kemana
aja tadi,,, aku nyariin kamu”
“ aku tadi ada keperluan sbentar fi,, maaf ea aku gak smpat ngasih tau” elfi
pun memahami keadaan ku,, seperti nya ia tau apa yang ku alami,, gumamku dalam
hati. “ hm,,, aku tau kok
de,, kamu tdi jalan sama kak rendi
kan???” aku pun terdiam sesaat,, perlahan aku
pun mulai menceritakan hal yang sebenarnya….
Sebulan kemudian
Hari
yang cerah untuk hati yang indah,,, perlahan
ku langkahkan kaki ku menuju kampus tercinta,, hari ini kuliah pengantar
pemerintahan,, gak boleh telat atau
pilih di antara 3 itu lah peraturan dari dosen yang satu ini,,,, aku pun
bergegas memasuki ruangan kuliah,,
Jam
menunjuk kan pukul 11.00 WIB,, perkuliahan telah selesai,, tiba-tiba ponsel ku
bergetar, pertanda ada pesan masuk,, siapakah ini?? Hm,, palingan ini hanya
pesan biasa dari reza, dia adalah sahabat ku sejak aku memasuki bangku SMA,,
dengan cepat kulihat ponsel ku,, aku pun kaget setengah mati ternyata pesan itu
bukan dari reza melainkan dari senor ku,, dia adalah kak rendi,, oh tuhan
kenapa dia muncul lagi??? Di saat aku merasa telah hilang dari bayang-bayang
nya,, tapi sekarang bayangan itu kembali menjadi sosok yang nyata.
“de, kenapa dengan
mu,, kok gak semangat gtu sich??”
sapa elfi kepada ku,, aku hanya tersenyum simpul,,, elfi pun menarik tangan
ku,, kali ini kami akan nongkrong di taman fakultas,, tak ku hiraukan lagi
pesan dari kak rendi,, karna di sini sudah ada teman-teman yang membuat ku lupa
akan diriya,,
“de, dmana kmu??” tak ku hiraukan pesan itu,, bagi ku dia telah
mati,, dia hanya kenangan yang telah menggoreskan luka terdalam,, ,
Tiba-tiba
semua pun terdiam dalam gurauan itu,, apa yang terjadi, kok semua pada diam??
Ada apa,, pikir ku,,,, aku pun melirih ke arah elfi sebagai tanda Tanya,, elfi
pun hanya diam dan melihat kearah samping,, aku pun mengikuti arah tatapan
elfi,, ternyata kak rendi,,,,
“de,, jalan
yuk,,,,, dah lama kita gak jalan bareng”
ajaknya dengan harapan yang manja. Enak aja kamu,, setelah kamu menghancur
harapan ku,, sekarang kamu muncul lagi di hadapan ku,, lirih ku dalam hati,, “hey” aku pun tersentak, dengan cepat ku tolak
ajakan nya,,,, kak rendi pun melangkah
pergi dari hadapan ku,, sepertinya dia kelihatan kecewa,, pikirku dalam hati….
***
Bayangnya
masih nyata bagiku,, seakan dia masih ada dalam hidup ini,, tapi bayang itu tak
kan pernah jadi nyata,, hanya harapan yag tak berkepastian,,
Lagi-lagi
suara ponsel ini menghentikan lamunan ku,, dengan malasnya ku raih ponsel ku,,
ternyata pesan singkat dari kak aldo,, sudah lama aku gak bertemu dengan anak
ini,, sudah lama pula aku tak mendengar gurauannya,, dan sudah lama pula aku
tak mendengarkan ocehannya,,, aku merindukan hal itu, meskipun itu
menjengkelkan bagiku,,, tersentak dalam lamunan ku,, akupun tak sadar bahwa aku
belum membalas pesan dari kak aldo,, dengan lihai nya ku ketik pesan kepada
aldo,,, tapi belum sempat aku mengirimnya alunan musik dari westlife dengan
lagu my love pun bernyanyi,, ternyata kak aldo,, dia menelvon ku…..
Sekarang
aku mulai merasa lega,, dengan perlahan aku telah bisa menghapus bayangan kak rendi dalam benak ku…..
“de,, ntar malam
kita ketemuan ea,,
ada hal penting yang mau aku omongin…
J”
Hm…,,
ada apa ya,, apa yang mau di omongin
sama anak ini,, tak biasanya dia mengajak ku ketemuan untuk berbicara,,, dasar
anak aneh….
Sungguh
aku tak menyangka,, ada apa dengan kak aldo,, aku kaget setengah mati,, aku gak
percaya,, ini pasti hanya gurauan kak
aldo semata,, ya aku yakin itu….
“ de,, aku serius…. Aku mencintaimu,, aku tau
ini sulit untuk di mengerti,, aku hanya ingin kamu tau de,, kalo aku
benar-benar mencintaimu,, aku hampa jauh darimu de,, aku menginginkan mu” aku
pun terdiam dengan ucapan kak aldo,, ini semua bagaikan mimpi,, aku dan dia
bagai langit dan bumi,, bagai anjing dan kucing yang tak pernah akur,,
bagaimana bisa kita bersatu,, aku tidak yakin akan hal ini tuhan,…..
“de, ku harap kamu
mengerti,, ku tunggu jawab mu”
Kak
aldo pun melangkah pergi meninggalkan ku,, ya tuhan…….,, apa yang harus ku lakukan……,,,
aku tak tau harus bagaimana…..,,,
Ya,,
aku harus ngasih tau elfi,, dengan segera ku ambil ponsel ku,, memencet
beberapa deretan angka,, ku ceritakan semuanya pada elfi……
“de, lebih baik
kamu menerima orang yang mencintaimu, dari pada menunggu cinta yang belum tentu
mencintaimu” itu lah kata-kata elfi yang selalu
tergiang di benak ku,,,
Ya,,
mungkin kali ini elfi memang benar,, lebih baik aku menerima kak aldo yang
mencintaiku, dari pada harus ada di bayangan kak rendi yang belum tentu
mencintai ku………,,,,
***
“fi,, kenapa harus begini??? Apa yang harus aku
lakukan fi??? Aku sangat mencintainya, tapi seperti nya dia masih meragukan ku” tak
dapat ku bendung lagi air mata ini, semuanya ku ceritakan pada elfi,, kepada
siapa lagi aku harus mengadu kalau bukan kepada sahabatku elfi,,, sungguh ini
bisa membuat ku gila….,,, hatiku semakin teriris….
Sang malam pun telah tiba, pertanda siang telah
berlalu,,, malam ini ku hanya di temani oleh alunan musik dan secangkir coklat
panas kesukaan ku,,, kak aldo belum seutuhnya mencintaiku,, dia masih mengingat
kekasihnya yang dulu,, sepertinya dia sangat mencintai gadis itu,, tapi karna serangan
kanker gadis itu pun telah menghadap kepada sang penguasa,, dia telah pergi
untuk selamanya,, tapi mengapa dia belum bisa melupakan gadis itu,, apakah aku
hanya untuk pelarian baginya??? Aku tak tau…..,,
Lamunan ku terhenti saat ponsel ku berdering,,
Hm… ternyata hanya sebuah pesan singkat,, tak
sabar ku buka pesan ini,, berharap pesan dari kak aldo,, yang menyesali
perbuatannya,,, tapi kali ini tidak,,, ketika ku buka pesan itu… jantung ku
bagaikan berhenti berdetak…,, ya tuhan… apa lagi ini,,,,, kenapa dia muncul
lagi,,,,
“hy, de…, dah tidur?? Aku merindukan mu J”
Ya tuhan ,,,, aku ak sanggup,,, bayangan itu
hadir lagi memberi harapan palsu,
…………
dear diary,
dear diary,
Tahukah kamu,,
apa yang ku rasakan,,,,??
Saat ini aku
tertusuk 2 pedang yang tajam,, tapi tak menghilangkan nyawaku
Pedang itu
menggoreskan luka yang sangat dalam….
Diary,, mengapa
ini terjadi???
Aku harus selalu
ada dalam bayang-bayang orang lain,,,,
Mengapa aku
berada dalam ilusi yang tak berkepastian,,
Berada dalam
harapan palsu…
Berada dalam
bayang orang yang belum tentu mencintai ku…
Berada dalam
bayang-bayang orang yang di cintainya….
Berada di antara
2 rasa
Berada di antara
bayang ilusi
Bandung,
2 februari 2013
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletesemoga bermanfaat
ReplyDelete